Faktor Penting Yang Menunjang Kesuksesan Usaha Kuliner

Banyak orang bilang bahwa jika seseorang membuka usaha kuliner pasti dapat bertahan.

Anggapan seperti ini tersebar luas di masyarakat karena banyak orang berpikir bahwa bisnis makanan bersifat memenuhi kebutuhan primer setiap orang sehingga pasti akan ada yang membeli.

Padahal anggapan tersebut tidak selamanya benar, pasalnya banyak juga usaha kuliner yang tidak dapat bertahan serta gulung tikar akibat tidak mendapatkan cukup pelanggan.

Usaha makanan walaupun terlihat sederhana ternyata juga memerlukan perhitungan yang matang serta perhatian pada beberapa aspek penting agar dapat bertahan dari persaingan bisnis.

Simak beberapa faktor penting yang dapat menunjang kesuksesan sebuah usaha kuliner.

Kualitas Makanan

Produk yang baik akan selalu menjadi modal utama di bisnis apapun, tidak terkecuali di bisnis makanan. Maka dari itu untuk membangun usaha kuliner yang sukses, anda perlu memberikan perhatian ekstra pada kualitas makanan yang disajikan.

Mulai dari rasa makanan, gizi, kesegaran bahan baku hingga teknik pengolahannya serta penyajiannya akan menentukan apakah produk yang anda jual dapat mendorong bisnis kuliner tersebut pada kesuksesan atau tidak.

Menjaga kestabilan dari kualitas makanan juga berperan penting dalam proses usaha kuliner. Alasannya sederhana, karena setiap pelanggan yang puas dan ingin membeli makanan di gerai anda tentunya akan mengharapkan kualitas yang sama dengan makanan yang dia beli sebelumnya.

Jadi menjaga kualitas makanan pada bisnis kuliner anda kurang lebih sama seperti mempraktekkan public relation yang baik antara bisnis anda dengan pembeli setia.

Konsep Bisnis

Menonjolkan sesuatu yang unik pada usaha makanan anda juga dapat mendorong roda usaha menuju kesuksesan, apalagi jika konsep yang anda tawarkan pada konsumen merupakan sesuatu yang baru dan menarik. Istilah keren untuk menyebut konsep bisnis unik ini adalah unique selling proposition.

Konsep bisnis kuliner dapat mencakup banyak hal seperti menu makanan (oriental, western, mediteranian, dll), penataan dan desain tempat makan, metode pemesanan dan pembayaran, fasilitas di tempat makan, dll. Konsep bisnis juga dapat berkaitan dengan target konsumen yang dibidik oleh bisnis anda.

Misalnya saja teman saya yang menawarkan mie ayam dengan box berbentuk mobil, rumah, dll baik untuk layanan take away maupun untuk dine in. Unique selling proposition yang ditonjolkan di bisnis kuliner dia berupa kemasan unik, karena dia bertujuan untuk menggaet pangsa pasar anak remaja dan keluarga muda yang memiliki anak usia 5-10 tahun.

Contoh lainnya yang dapat anda lihat adalah konsep bisnis kuliner Seven Eleven dimana mereka menawarkan makanan siap saji dan snack serta minuman untuk kalangan anak muda dan orang yang suka hang out bareng temannya. Sekilas gerai Sevel terlihat seperti Indomaret atau Alfamaret, tetapi sebenarnya mereka menyasar pangsa pasar yang berbeda.

Merencanakan konsep yang tepat dan dapat direalisasikan dengan kondisi dan budget merupakan langkah yang tepat sebelum memulai sebuah usaha kuliner. Setiap detik yang di-investasikan oleh pengusaha untuk mematangkan konsep bisnis kuliner ini akan memberikan imbal hasil pada kemudian hari.

Lokasi Usaha

Hubungan antara penentuan lokasi usaha dengan kesuksesan sebuah bisnis sangat erat, tak terkecuali pada bisnis kuliner.

Tempat yang strategis akan mendatangkan pengunjung yang berpotensi untuk menjadi pelanggan anda.

Selain itu area usaha di sekeliling juga akan berpengaruh secara langsung pada usaha, misalnya lokasi usaha yang berdekatan dengan daerah kampus atau perkantoran biasanya akan lebih ramai dibandingkan dengan lokasi usaha pada daerah industri.

Waktu Penyajian

Setiap bisnis kuliner mungkin saja memiliki pangsa pasar berbeda-beda, namun semuanya tetap memiliki kesamaan dari segi pelanggan. Semua konsumen bisnis kuliner adalah orang yang lapar.

Oleh sebab itu waktu penyajian makanan menjadi hal yang penting mengingat urgensi masing-masing pelanggan anda berbeda-beda. Mungkin saja ada yang sabar untuk menunggu lebih dari 30 menit untuk makanannya, namun ada pula yang ingin segera menyantap sesuatu.

Solusi paling mudah untuk menyiasati keinginan konsumen yang berbeda-beda dalam waktu penyajian sangat sederhana, yaitu menyajikan pesanan secepat mungkin kepada setiap konsumen. Tidak ada orang yang akan menolak apabila pesanannya lebih cepat tiba daripada yang diharapkan (kecuali untuk pesanan khusus seperti catering).

Marketing

Setiap bisnis memang akan selalu mengandalkan marketing untuk dapat menggaet pangsa pasar yang cukup agar dapat terus beroperasi. Di bisnis kuliner, marketing juga perlu dilakukan secara maksimal, bahkan sejak dibukanya gerai baru.

Cara untuk melakukan marketing ini dapat berbeda-beda, mulai dari memberikan diskon untuk hari dan jam tertentu, bekerja sama dengan perusahaan kupon, menyebarkan brosur, hingga menggunakan sosial media.

Marketing ini tidak selalu dalam bentuk promosi, ada juga yang memberikan jaminan waktu delivery pesanan untuk waktu yang singkat atau konsumen dapat memiliki pesanannya tanpa perlu bayar (digratiskan).

Semua teknik marketing pada bisnis kuliner bertujuan sama, yaitu untuk membuat konsumen ingin mencoba atau menjadi pelanggan tetap di resto/gerai tersebut.

Tinggalkan Komentar

Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu
Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu