Kisah Tragis Pendiri Brand Lingerie Terkenal Victoria’s Secret

Nama Victoria’s Secret sebagai brand produk fashion pakaian dalam dan lingerie wanita tentu saja sudah sangat terkenal di kalangan fashionista saat ini. Brand ini seakan sudah menjadi jaminan mutu kelas atas dan bergengsi untuk produk pakaian dalam.

Pangsa pasar Victoria’s Secret saat ini juga sudah berada di tingkat global sehingga membawa brand ini pada kesuksesan besar dan menjadi salah satu merk dengan produk yang paling laris di pasaran. Hal ini tentu saja mendatangkan keuntungan yang tidak sedikit untuk pendiri bisnis lingerie ini.

Acara fashion show tahunan Victoria’s Secret faktanya penuh nuansa glamor dan kemewahan yang menunjukkan tingkat kesuksesan yang luar biasa. Namun diluar hingar bingar bisnis yang gempita ini, ternyata pendiri Victoria’s Secret, Raymond Roy, memiliki kisah hidup yang kelam dan jauh dari perkiraan banyak orang.

Memulai Bisnis Karena Alasan Sederhana Dan Unik

Siapa yang mengira bahwa awal dari sebuah brand yang dikenal dalam skala internasional ternyata dimulai karena alasan yang sederhana. Hanya karena Roy Raymond diminta oleh istrinya untuk membeli satu set pakaian dalam di sebuah departemen store yang tentu saja membuat Raymond merasa sangat malu pada saat itu.

Dengan tujuan untuk memfasilitasi setiap orang yang ingin membeli pakaian dalam dengan privasi yang lebih baik, Raymond Roy berpikir untuk mendirikan bisnis pakaian dalam wanita. Dia berkeyakinan bahwa ada banyak juga pria-pria malang yang merasakan malu pada saat membeli produk pakaian dalam atau lingerie untuk pasangannya masing-masing. Lebih baik bagi pria untuk berada di zona perang daripada berada di area belanja pakaian dalam wanita.

Hingga akhirnya dia pun memberanikan diri untuk meminjam dana sebesar 40 ribu US Dollar dari bank dan memulai bisnis pakaian dalam dengan merk Victoria’s Secret. Selain dana dari bank, ia juga mendapat pinjaman dana sebesar 40 ribu US Dollar dari sahabatnya lalu kemudian membuka sebuah gerai di Standford Shopping Center yang berlokasi di San Fransisco.

Perkembangan Bisnis Yang Naik Turun

Tahun pertama ternyata adalah tahun yang sangat menguntungkan untuk Victoria’s Secret dengan adanya pemasukan total sebesar 500 ribu US Dollar. Beberapa pembelinya bahkan dari kalangan Hollywood dan kaum elit. Melihat hal tersebut, dengan semangat Raymond Roy segera membuka layanan pesan lewat katalog dan juga membuka 3 gerai baru.

Pada awal-awal Raymond Roy membangun bisnis Victoria’s Secret, konsep bra dan celana dalam dengan desain yang menggoda dan hiasan-hiasan renda masih belum ada. Selain itu, ternyata Raymond hanya memfokuskan penjualan pada pria yang ingin membelikan pakaian dalam untuk pasangan wanitanya.

Hal ini dinilai merupakan langkah bisnis yang salah, karena pada kenyataannya yang membeli pakaian dalam wanita kebanyakan adalah wanita itu sendiri dan bukan pasangannya. Hal ini terbukti seiring bisnisnya berjalan, angka penjualannya yang tidak memuaskan menunjukkan bahwa pria memang tidak pernah bisa mengerti secara utuh mengenai barang pribadi wanita. Hanya wanita sajalah yang dapat menilai sendiri apa yang dibutuhkannya untuk tampil sexy.

Namun bisnis Victoria’s Secret ini ternyata tidak sepenuhnya gagal juga. Bahkan Raymond tergolong cukup sukses dengan membuka beberapa cabang lain di 6 lokasi berbeda dan juga telah meluncurkan katalog yang memiliki cukup banyak peminat dan memiliki total penjualan kotor sekitar 6 juta US Dollar. Hingga pada akhirnya dia memilih untuk menyerah setelah 5 tahun berusaha dan menjual bisnisnya pada tahun 1982 seharga 1 juta US Dollar kepada Leslie Wexner yang juga seorang pengusaha fashion yang sukses.

Dalam perkembangan bisnis selanjutnya, Leslie Wexner melakukan perubahan yang cukup signifikan terhadap Victoria’s Secret. Dia memfokuskan penjualan produknya pada wanita, namun tidak menghilangkan prioritas privasi bagi pria yang ingin membeli. Produknya juga dibuat dengan variasi yang lebih menarik dan berkesan ekslusif.

Perubahan ini membuat Victoria’s Secret menjadi penjual retail produk lingerie terbesar di Amerika pada tahun 1990an dengan perkiraan total penjualan sekitar 1 milyar US Dollar pada saat itu. Sebuah hal yang sangat disayangkan jika melihat dari sudut pandang Raymond Roy.

Investasi Di Bisnis Baru, Namun Tidak Berhasil Pula

Selepas dari menjual bisnis Victoria’s Secret, Raymond Roy tidak serta merta hengkang dari dunia bisnis. Dia berupaya lagi dengan menanamkan modal pribadi sebesar 650 ribu Poundsterling (sekitar 1,3 juta US Dollar) pada bisnis fashion yang produknya diperuntukan untuk anak-anak. Bisnis tersebut menyandang merk My Child’s Destiny dan memiliki target pasar kalangan menengah keatas karena produknya terbilang berkualitas tinggi dengan label harga mahal.

Tak disangka-sangka, pada percobaan bisnis keduanya ternyata Raymond Roy juga harus menelan pil pahit karena penjualannya tidak berhasil membuat perusahaan keduanya bertahan. Disinyalir karena lokasi gerai yang kurang strategis dan harga produknya dinilai tidak masuk akal oleh masyarakat. Pada saat itu, memang sudut kota Palo Alto masih bisa dibilang sebagai kawasan terpencil sebelum menjadi kawasan Silicon Valley. Setelah 2 tahun beroperasi, My Child’s Destiny juga mengalami kebangkrutan sehingga Raymond harus merelakan 2 rumah dan mobilnya untuk dijual.

Akhir Yang Tragis

Belum juga menyerah, Raymond berupaya bangkit dengan membangun toko buku pada tahun 1993. Tapi ternyata gagal lagi dan menyisakan pukulan mental yang mendalam bagi Raymond karena istrinya juga turut menceraikannya di tahun yang sama. Akhirnya pada bulan Agustus, Raymond Roy memilih untuk mengakhiri hidupnya di jembatan Golden Gate San Francisco.

Kisah hidup dan perjuangan bisnis Raymond Roy menyisakan pesan peringatan pada para pengusaha bahwa ide yang baik juga perlu disokong oleh implementasi yang baik dan strategi yang matang pula. Namun biar bagaimanapun, karena seorang Raymond Roy, dunia dapat melihat sebuah fashion show yang sangat bergengsi dengan supermodel dan pakaian dalam seksi berhiaskan banyak pernak pernik mewah.

Tinggalkan Komentar

Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu
Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu