Sambel Setan, Geliat Usaha Kuliner Dari Dapur Neraka

Judulnya mungkin agak berlebihan ya ūüôā

Biarin deh, karena yang pasti usaha kuliner ini lagi booming di seputar area saya, seperti judulnya yang juga bombastis. Beberapa bulan belakangan ini saya kerap melihat warung-warung pecel lele maupun pecel ayam yang berganti bendera menjadi usaha sambel setan ini. Gerai baru juga ada yang buka dari awal, pertanda usaha sambel setan ini sepertinya sedang diminati oleh para pecinta kuliner yang disambut oleh pengusaha kuliner.

Apa sih sebenernya kuliner sambel setan ini?

Sederhana aja, menunya mirip pecel ayam yang digoreng dan disajikan dengan sambel. Hanya saja, yang ditonjolkan adalah menu ikan asin (gabus, peda, sepat, cumi, jambal, dll) yang dipadukan dengan racikan sambel ekstra pedas yang gurih asam, ditambah lagi dengan adanya sayur asem dan lalapan (terong, timun, tomat, selada, kemangi, pete, jengkol dll) sebagai pelengkapnya.

Hal Apa Saja Yang Membuat Para Pengunjung Tertarik Dengan Sambel Setan?

Dari pengamatan saya sekilas akan gerai-gerai sambel setan, biasanya usaha ini dimulai malam hari layaknya usaha kuliner pecel ayam atau pecel lele. Jam-jam ramai pembelinya juga berkisar mulai dari jam 6 sore hingga jam 10 malam (jam orang makan malam). Di lokasi dekat rumah saya tinggal, tiap malam gerainya pasti ramai dan tidak pernah sepi pembeli. Ada bahkan yang sampai harus mengantri maupun tidak kebagian tempat duduk. Hal ini menurut saya terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  • Banyak orang yang sudah bosan dengan menu makan malam yang itu-itu saja di¬†area tersebut. Biasanya penjual makanan malam hari di area rumah saya hanya ada sate ayam/kambing, sop kambing, martabak manis/telor, bakso, pecel ayam/pecel lele, rumah makan padang, warteg. Dominasi menu makanan di area rumah saya ini biasanya ayam dan daging sapi saja, jarang yang menawarkan opsi lain seperti ikan maupun seafood (kecuali rumah makan padang dan warteg).
  • Sambel ekstra pedas. Namanya juga orang Indonesia, makan tanpa sambal untuk sebagian besar orang disini dirasakan seperti ada yang kurang. Walaupun cabai harganya saat ini sedang menjulang tinggi di langit, tetap saja kuliner berbasis sambel yang pedas tetap menjadi primadona usaha kuliner.

Cuma karena kedua hal di atas. Walaupun terkesan sangat sederhana, namun tetap saja perlu kejelian untuk menangkap peluang usaha kuliner ini. Pada saat yang lain sibuk jualan ayam, daging sapi dan kambing, ini malah menawarkan menu sederhana saja berupa ikan asin (menu utama) yang digoreng dengan sambel ekstra pedas yang menggigit serta deretan pelengkap lainnya (lalapan, sayur asem).

Ide sederhana yang terbukti berhasil. Hanya dengan jualan ikan asin goreng dan sambel, ternyata bisa menarik perhatian banyak orang untuk mencoba dan bahkan banyak juga yang menjadi pelanggan kuliner sambel setan ini. Jika dilihat dari komoditasnya, pelaku usaha juga dapat keuntungan lebih karena ikan asin cenderung dapat bertahan lebih lama jika tidak laku ketimbang dengan ayam maupun daging sapi/kambing, ikan basah.

Tertarik untuk ikut mencoba membuka usaha kuliner sambel setan? Berikut ini kelebihan dan kekurangannya, siapa tahu bisa menjadi pertimbangan anda lebih lanjut:

Kelebihan Usaha Kuliner Sambel Setan

  • Persiapan usaha cenderung lebih mudah (tergantung seberapa banyak variasi lauk yang ingin anda sajikan).
  • Ikan asin dapat tahan lebih lama dibandingkan dengan bahan makanan lain
  • Banyaknya peminat kuliner pedas dan ikan asin (tergantung tren di masyarakat, namun sebagian besar masyarakat menengah kebawah suka menu ini)

Tantangan Usaha Kuliner Sambel Setan

  • Harga cabai, terutama cabai rawit (bahan baku utama sambel) bisa berfluktuasi sangat tinggi
  • Ikan asin harganya agak mahal dibandingkan dengan menu makanan seperti ayam

Pangsa Pasar Usaha Kuliner Sambel Setan

Dilihat dari peminatnya, kebanyakan pembeli di rumah makan sambel setan merupakan kalangan menengah ke bawah. Hal ini terlihat dari pola penyebaran gerai sambel setan di penjuru kota tempat saya tinggal, hampir semuanya berada di kawasan yang notabene emperan dan tanpa embel-embel ekslusif. Namun hal ini bukan berarti jumlah pembeli tidak banyak. Jangan salah, malahan kalangan menengah ke bawah jumlahnya jauh lebih banyak dibandingkan dengan kalangan atas.

Dari segi usia, para pecinta kuliner pedas ini biasanya adalah orang usia dewasa berkisar dari 20 tahunan keatas. Jarang ada anak kecil maupun orang tua yang saya lihat bertandang ke gerai kuliner ekstra pedas ini. Kalo untuk anak kecil, sudah jelas biasanya tidak tahan pedas namun untuk orang tua mungkin tidak bisa makan ikan asin karena faktor kesehatan (darah tinggi).

Jumlah penikmat setia menu sambel setan, yang jelas, sejak dari tahun 2016 lalu hingga awal tahun 2017 ini masih ramai. Malahan sepertinya ikan asin sambel setan ini bakal diadopsi menjadi salah satu pilihan makanan malam yang lezat diantara makanan lainnya oleh masyarakat Indonesia.

Salah satu hal yang menurut saya menarik dari usaha sambel setan ini adalah kemungkinan para pembelinya adalah orang yang ingin sesekali makan ikan asin dengan lalapan. Karena biasanya orang tidak dapat makan ikan asin terlalu banyak sehingga malas untuk membeli sendiri dari pasar dan memasaknya. Dengan berkunjung ke gerai sambel setan, rasa kangen akan ikan asin itu terobati, tanpa perlu repot menyiapkan racikan sambal yang mantap dan pelengkapnya.

Tertarik untuk menjalankan peluang usaha sambal setan? Baca: Panduan Menjalankan Peluang Usaha Kuliner Sambal Setan

Tinggalkan Komentar

Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu
Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu