Tips Memilih Bisnis Franchise Yang Tepat Untuk Anda

Sebelum membeli lisensi bisnis franchise, sudah menjadi hal yang wajib untuk mempelajari semua sumber yang menawarkan peluang usaha tersebut.

Saat ini banyak sekali penawaran franchise yang dapat anda lihat di media seperti website dan TV maupun di majalah dan bahkan sampai di event pameran franchise. Namun tidak semua peluang usaha franchise tersebut dapat memberikan solusi bisnis terbaik bagi anda, sebagian bahkan ada yang bermasalah dan tidak layak disebut sebagai bisnis.

Tinjau dahulu dengan seksama bisnis franchise yang akan anda jalankan. Beberapa patokan di bawah ini dapat menjadi panduan anda dalam memilih peluang bisnis franchise yang tepat.

Apa Bidang Bisnisnya Dan Bagaimana Cara Operasi Bisnisnya

Anda tentu tidak ingin terjun ke bidang bisnis yang tidak anda sukai bukan? Pastikan anda menyukai bidang bisnis yang ditawarkan terlebih dulu sebelum anda membeli penawaran franchisenya.

Membeli sebuah bisnis franchise bukan berarti anda hanya tinggal duduk, diam, dapat duit. Anda juga perlu mengerti seluk beluknya, atau bahkan ikut serta dalam kegiatan operasional/manajemen bisnis tersebut.

Jika anda tidak menyukai bidang bisnis franchise yang ditawarkan, anda tidak akan bertahan lama atau mungkin saja anda akan cepat merasa frustrasi jika harus menjalankannya.

Analisa Trend Di Masyarakat

Jika anda menyukai bidang bisnis yang ditawarkan oleh franchisor, pastikan juga banyak orang menyukai dan membutuhkan produk/jasa yang ditawarkan oleh bisnis franchise tersebut.

Setiap bisnis yang bagus pastinya lahir dengan bantuan animo masyarakat yang tinggi karena produk/jasa yang ditawarkan disukai dan memenuhi ekspektasi kebutuhan mereka.

Bisnis tidak akan bertahan hanya karena anda suka bidang bisnisnya maupun produk/jasanya. Bisnis adalah tentang memenuhi kebutuhan konsumen, karena itu anda perlu menganalisa kebutuhan konsumen dan berusaha untuk memenuhi ekspektasi kebutuhan mereka.

Waspadai Trend Jangka Pendek, Pilih Trend Bisnis Yang Awet

Anda juga perlu jeli melihat tren yang hanya bersifat sementara di masyarakat seperti tren batu akik, tren power balance, dll. Karena tren semacam ini sangat beresiko untuk dijadikan bisnis. Persentasi kegagalan dan kerugian akan sangat besar apabila tren jangka pendek telah berakhir dan tidak lagi menarik perhatian banyak orang.

Cara membedakan tren bisnis yang benar-benar awet dengan tren yang hanya berlangsung sementara tidaklah rumit. Anda hanya perlu melihat seberapa jauh produk/jasa yang sedang trend dapat memenuhi kebutuhan tiap orang.

Apabila produk yang sedang tren di masyarakat memenuhi kebutuhan urgent (primer/sekunder) orang, biasanya tren tersebut dapat bertahan lama. Semakin baik fungsi produk/jasa yang sedang tren dapat memenuhi kebutuhan orang, maka makin lama periode trendnya berlangsung.

Misalnya saja tren penggunaan smartphone yang saat ini sudah tergolong sebagai kebutuhan primer hampir bagi setiap orang yang tinggal di perkotaan. Padahal, sekitar 10 tahun lalu handphone biasa masih merajai penjualan di masyarakat.

Hal yang menarik disini adalah, kita dapat melihat peran kemajuan teknologi yang perlahan mematikan tren handphone biasa (feature phone) dan menggantikannya dengan tren smartphone yang memiliki periode relatif lebih panjang.

Dengan adanya peningkatan kegunaan, smartphone menjadi pilihan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan orang ketimbang dengan handphone biasa sehingga tren yang ditimbulkan otomatis akan lebih panjang.

Karena smartphone tidak hanya memiliki fungsi sebagai alat komunikasi saja, namun juga dapat memenuhi kebutuhan urgent tiap penggunanya lewat aplikasi-aplikasi seperti peta, penunjuk jalan, kamera, organizer, note, browser dll.

Terbukti dari banyaknya gerai ponsel pintar di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia. Dan tidak berhenti sampai disitu saja, pangsa pasar di bidang bisnis smartphone juga berkembang luas karena munculnya kebutuhan aksesoris smartphone.

Lain halnya jika produk yang sedang tren hanya memenuhi kebutuhan tersier pengguna, anda harus lebih berhati-hati untuk terjun dalam bisnisnya. Alih-alih memperoleh keuntungan, anda bisa saja berakhir menderita kerugian.

Biasanya produk dengan tren sementara hanya memenuhi keinginan orang saja, namun tidak benar-benar memenuhi kebutuhan orang. Contoh nyatanya adalah tren batu akik yang memakan banyak korban pelaku usaha di Indonesia.

Salah satu ciri bisnis franchise yang bagus pastinya menghasilkan produk yang memenuhi kebutuhan urgent banyak orang. Jika anda lihat kebanyakan bisnis franchise yang sukses biasanya mengambil pangsa pasar untuk produk yang stabil jumlah permintaannya, misalkan saja makanan (pizza, burger, ayam goreng), otomotif (bengkel, spare part).

Seberapa Lama Pemilik Sistem Franchise Telah Menjalankan Bisnis Tersebut

Beberapa bisnis franchise dibangun dari nol sebelum akhirnya mengadopsi sistem franchise untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Tipe bisnis franchise yang seperti ini biasanya lebih baik karena sudah tahan uji sebelumnya.

Anda perlu memeriksa lebih teliti lagi jika pemilik bisnis yang menawarkan kerjasama franchise tidak memiliki beberapa outlet independen diluar outlet yang dijual dengan sistem franchise.

Seandainya pemilik bisnis franchise menuai sukses pada outlet-outlet terdahulu, seharusnya sistem pada bisnis sebelumnya dapat disalin untuk outlet barunya sehingga memiliki kapasitas bisnis yang serupa.

Jumlah Pesaing Pada Pangsa Pasar Yang Sama

Setiap peluang usaha pasti akan menarik banyak pengusaha untuk terjun dan menjalankan bisnis di bidang tersebut. Lama kelamaan pangsa pasar akan berdesakan dengan tawaran produk/jasa dari bisnis-bisnis serupa yang berlomba-lomba untuk menggaet pelanggan.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kompetisi. Di bidang bisnis apapun pasti anda akan menemukan kompetitor.

Hanya saja dengan adanya kompetisi anda perlu memperhitungkan resiko dan modal anda dengan lebih baik lagi.

Pada bisnis franchise, adanya kompetitor perlu diperhitungkan dari segi jarak outlet dan konsep bisnis yang ditawarkan. Misalkan anda melihat di dekat rumah anda ada Indomaret dan Alfamart, untuk mengurangi tingkat persaingan, anda mencari lokasi usaha yang jaraknya sedikit lebih jauh pada saat anda ingin membuka franchise mini market serupa.

Contoh lainnya misalkan di lokasi usaha yang akan anda sewa terdapat franchise ayam goreng, mungkin anda dapat memilih franchise minuman cokelat (ice blend) sebagai alternatif untuk menyasar pangsa pasar berbeda.

Lokasi Kantor Pusat Franchise Tersebut

Lokasi kantor pusat dari sebuah franchise dapat menjadi tolok ukur yang cukup baik dalam menentukan peluang bisnis yang ditawarkan. Walaupun tidak mutlak menjadi tolok ukur utama, lokasi kantor pusat franchise yang berada di area yang prestisius akan memperbesar kemungkinan bahwa peluang usaha yang ditawarkan franchise tersebut merupakan peluang bisnis yang baik.

Asumsi ini cukup masuk akal, jika sebuah perusahaan franchise dapat membiayai kantor pusat di area prestisius yang mahal, berarti perusahaan tersebut dapat melakukan penjualan franchise yang cukup banyak. Dan bila banyak orang yang ingin memiliki franchise dari perusahaan tersebut, bisa jadi bisnis tersebut memang bisnis yang bagus untuk dijalankan.

Tingkat Kesuksesan Konsep Yang Dibuat Oleh Pemilik Sistem

Terkadang bisnis franchise menawarkan sebuah konsep baru yang tidak pernah dijalankan sebelumnya oleh para pebisnis lainnya. Namun bisa jadi konsep yang ditawarkan oleh pebisnis ini hanya merupakan tren sementara saja. Cermati dengan seksama konsep bisnis yang ditawarkan oleh franchise terlebih dulu.

Sejauh Mana Pelatihan Dan Dukungan Yang Akan Anda Dapatkan Pada Saat Menjalankan Bisnis Franchise Itu

Saat menjalankan bisnis yang masih tergolong baru bagi anda, bantuan teknis akan sangat penting. Mengingat anda belum berpengalaman dan memerlukan pelatihan agar gerai franchise anda dapat menghasilkan produk/jasa yang sesuai dengan standar perusahaan franchise tersebut.

Bukan hanya pelatihan bagi karyawannya saja, anda juga perlu mengetahui seluk beluk operasional bisnis anda untuk menjaga bisnis dapat berjalan dengan mulus apabila sewaktu-waktu karyawan anda tidak ada.

Pastikan anda mendapatkan pelatihan dan dukungan untuk bisnis anda agar anda tidak mengalami stagnasi maupun kegagalan di bisnis franchise.

Berapa Biaya Awal Dan Biaya Royalti Yang Perlu Anda Keluarkan

Pemilik sistem franchise mungkin akan memberikan anda presentasi bisnis yang lengkap, namun tidak ada salahnya bagi anda untuk melakukan cross check dan mencari faktanya. Anda dapat menanyakan lebih lanjut mengenai fakta-fakta bisnis tersebut pada pembeli franchise yang terlebih dulu menjalankan bisnis tersebut sebelum anda.

Apa Saja Syarat Dan Batasan Yang Tertera Pada Perjanjian Franchise Di Bisnis Tersebut

Tinggalkan Komentar

Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu
Info Bisnis Dan Peluang Usaha 7 Hari Seminggu